Wilayah
KABUPATEN JOMBANG
Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.160.434 jiwa (2004). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa.
Jombang juga dikenal dengan sebutan “kota santri”, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim, serta tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid (Cak Nur).
Konon, kata “Jombang” merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa “ijo” dan “abang”. Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang. (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.
Lebih jauh tentang jombang lihat: http://www.jombangkab.go.id
ALHA-RAKA meskipun wilayah kerja-nya seluruh Jawa Timur, namun pada mulanya berbasis di Jombang. ALHA-RAKA bekerja di wilayah kota dan desa. Di wilayah kota, ALHA-RAKA bekerja bersama dengan penggerak-penggerak yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, tukang penarik becak, tukang bangunan dan lain-lainnya. Meskipun bekerja dengan penggerak yang berprofesi seperti diatas, namun yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan komunitas. Artinya meskipun penggerak tersebut berprofesi sebagai pedagang kaki lima, tetapi yang menjadi basis adalah komunitas dimana penggerak tersebut bertempat tinggal. Sedangkan di wilayah desa, ALHA-RAKA bekerja dengan para penggerak desa yang menggerakkan kegiatan-kegiatan untuk menjawab persoalan secara bersama-sama, menjalin solidaritas dan memperjuangkan keadilan. Secara garis besar, ALHA-RAKA melakukan penguatan organisasi rakyat dan melakukan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan agar pro rakyat.
Kecamatan-kecamatan dimana ALHA-RAKA bekerja antara lain di kecamatan Jombang Kota, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Perak, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Diwek, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Tembelang, Kecamtan Megaluh, Kecamatan Bareng, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dan Kecamatan Ploso.
Bersama dengan organisasi-organisasi komunitas di Jombang yang berjumlah sekitar 35 organisasi komunitas, termasuk dengan ICDHRE Jombang, sebuah LSM, ALHA-RAKA mendirikan forum alinasi yang diberi nama KRJB (Konsorsium Rakyat Jombang). Organisasi aliansi ini digunakan untuk menjalankan pendidikan kader rakyat, mengembangkan jaringan ekonomi koperasi dan melakukan advokasi terhadap masalah-masalah generik yang dimiliki oleh seluruh anggota aliansi, misalnya masalah kesehatan bagi rakyat, pendidikan dan ketersediaan modal usaha.
KEDIRI
Kabupaten Kediri terletak di belahan Selatan Propinsi Jawa Timur. Secara ekologis, Wilayah Kabupaten Kediri diapit oleh dua Gunung yang berlawanan sifatnya, yaitu Gunung Kelud di Sebelah Timur yang bersifat Vulkanik dan Gunung Wilis di Sebelah Barat yang bersifat non vulkanik. Di bagian tengah wilayah Kabupaten Kediri melintang aliran Sungai Brantas, yang membelah wilayah Kabupaten Kediri menjadi dua bagian, Kediri Barat dan Kediri Timur. Pembelahan wilayah ini jugas ekaligus membedakan karakter dan masalah warganya, jika wilayah Barat yang tanahnya tandus, masyarakatnya relatif miskin, sedangkan wilayah timur dengan hamparan dataran rendah berupa daerah persawahan subur dimana masyarakatnya relatif “kaya”.
Kabupaten Kediri mempunyai wilayah seluas 1.380,05 KM 2 . yang secara administratif terbagi dalam 4 wilayah kerja Pembantu Bupati, 23 wilayah Kecamatan, 343 Desa dan 1 Kelurahan. Kediri secara keseluruhan memiliki hutan yang luas, sehingga potensi konflik tanah sangat besar. Konflik ini melibatkan Perhutani sebagai persusahaan yang diberi mandat negara. Sehingga, kasus kriminalisasi terhadap petani terus terjadi.
Karakter masyarakat Kediri juga masih berpegang teguh pada ajaran agama, sehingga dalam pembuatan keputusan-keputusan masih berhubungan dengan institusi “agama”. Sehingga, arus budaya yang dominan adalah budaya keagamaan. Secara pofesi, sebagian besar adalah petani produksi yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang baik.
Lebih jauh lihat www.kediri.go.id dan www.kabkediri.go.id
ALHA-RAKA bekerja di wilayah Kediri sepertyi halnya di Jombang sebagai supporter bagi penguatan organisasi rakyat dan melakukan advokasi terhadap kebijakan yang tidak memeihak ke rakyat.di Kediri, para penggerak ALHA-RAKA bekerja dengan para penggerak yang berada di komunitas, baik di wilayah kota maupun di wilayah desa. Para penggeraka ALHA-RAKA bertugas melakukan fasilitasi dan mendorong para penggerak di komunitas agar lebih mudah dalam bekerja dan bisa mengembangkan gagasan-gagasan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
ALHA-RAKA bekerja di beberapa kecamatan di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri., Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: kecamatan Banyakan, kecamatan Mojoroto, kecamatan Semen diwilayah barat dan kecamatan Puncu, kecamatan Kepung, kecamatan Pare, kecamatan Plosoklaten, kecamatan Ngancar di wilayah Timur.
ALHA-RAKA di kediri bersama-sama dengan sekitar 47 organisasi komunitas dan dua LSM (SUAR dan LPPM) menidirikan organisasi aliansi. Organisasi alinasi tersebut adalah SRKB (Serikat Rakyat Kediri Berdaulat). Organisasi ini difungsikan sebagai organisasi belajar yang akan menjalankan upaya advokasi, pendidikan kader, pengembangan jaringan ekonomi anggota dan pengembangan jaringan kesenian anggota.
KAB/KOTA MOJOKERTO
Kabupaten Mojokerto, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Mojokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik di utara, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan di timur, Kabupaten Malang dan Kota Batu di selatan, serta Kabupaten Jombang di barat.
Daerah Trowulan, dikenal sebagai pusat Kerajaan Majapahit, yang kini banyak dijumpai sisa-sisa peninggalan sejarah kerajaan tersebut.
Kabupaten Mojokerto terdiri atas 18 Kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kini banyak gedung-gedung pemerintahan yang dipindahkan ke kota Mojosari, sebelah timur Kota Mojokerto.
Bagian selatan Kabupaten Mojokerto berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro (2.277 m).
Kabupaten Mojokerto memiliki sejumlah obyek wisata menarik. Trowulan adalah daya tarik utama wisata sejarah di kabupaten ini, karena terdapat puluhan candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit, makam raja-raja Majapahit, serta Pendopo Agung bekas istana Majapahit. Kawasan pegunungan di selatan juga merupakan kawasan wisata andalan, diantaranya Pemandian Air Panas di Pacet dan villa-villa peristirahatan di Trawas. selain itu juga terdapat beberapa tempat berkembangnya industri kecil. kecamatan sooko terkenal dengan produksi sepatu dan sandal, kecamatan trowulan terkenal dengan kerajinan kemasan dan perak dan juga patung. kecamatan bangsal terkenal dengan krupuk rambaknya dan juga sekolah polisi negara juga terdapat di bangsal.
ALHA-RAKA pertama-tama bekerja di wilayah selatan Mojokerto, setelah sebelumnya bekerja di wilayah Kota, tepatnya di wilayah Magersari. Desa yang pertama kali ALHA-RAKA bekerja adalah di desa Warugunung kecamatan Pacet. Di desa tersebut penggerak ALHA-RAKA, yang juga salah satu warga desa tersebut melakukan perencanaan aksi, setelah sebelumnya melakukan identifikasi berbagai persoalan bersama sebagian warga desa. Aksi tersebut adalah dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalan kongkrit yang dihadapi warga, dimana penggerak ALHA-RAKA menjadi salah satunya. Aksi yang dilakukan secara terus menerus, saat ini telah memunculkan solidaritas diantara mereka. Solidaritas tersebut terwujud dalam berbagai organisasi kelompok, antara lain kelompok petani, kelompok pemuda dan secara khusus kelompok perempuan.
ALHA-RAKA diwilayah tersebut saat ini juga menjadi bagian dari rakyat Sendi Pacet (tetangga desa Warugunung) yang saat ini berusaha melakukan reclaiming tanah yang dikuasai oleh Perhutani. Konflik antara Rakyat Sendi dan Perusahaan Perhutani ini berlangsung sejak era reformasi mulai bergulir di Indonesia yaitu sekitar tahun 1998. Upaya ini dilakukan sebagai perjuangan hak rakyat atas tanah.
ALHA-RAKA juga melakukan kerja diwilayah Blentreng Gondang, tetangga kecamatan Pacet. Disini ALHA-RAKA mensupport penggerak lokal dalam melakukan pengorganisasian untuk menyelesaikan berbagai persoalan petani.
Setelah sekian tahun beberapa organisasi /kelompok rakyat terorganisir dengan baik, dan jumlah kelompok berkembang. Muncul gagasan untuk membangun forum aliansi dari anggota-anggota kelompok. Gagasan ini muncul setelah melihat forum aliansi yang ada di Jombang (KRJB) dan Kediri(SRKB) yang bisa digunakan sebagai wahana untuk saling belajar antar kelompok, dan sebagai kendaraan dalam melakukan advokasi. Karena itu pada tanggal 2 Juni 2008, kelompok-kelompok tersebut mendeklarasikan Serikat Perjuangan Rakyat Mojokerto (SPRM).
SPRM adalah gabungan (forum alinasi) dari kelompok-kelompok rakyat yang berada di desa-desa, antara lain FPR (forum perjuangan rakyat) Sendi, Koperasi Tani Albarokah Warugunung, DAKRA Kramatjetak, Kelompok Tani Mliyur Blentreng Gondang, Kelompok Tani Ngembat, Kel Tani Centongsari Pugeran, KBPD Gondang Kel Tani Baraan dll. SPRM terutama akan memperjuangkan penguasaan dan pengolahan lahan oleh petani dengan memperhatikan keberlanjutan serta yang paling utama adalah sebagai forum belajar bagi seluruh anggota.
——————————————–
JOMBANG
Jombang is an regency situated in the hinterland of East Java province. Its landmass’ are 1.159,50 km², and its population are 1.160.434 persons (2004). The downtown of Jombang situated in the midle of the regency, its altitude is 44 meters from the sea, and the distance from Surabaya are 79 km (1,5 hours) westem from Surabaya, the capital of East Java province. Jombang has strategic position, becuase it is situated in the intersection south way of Java Island (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), ways of Surabaya-Tulungagung, as well as ways of Malang-Tuban.
Jombang well known as “kota santri”/Islamic dormitory student city, because it has many Islamic dormitory school(pondok pesantren). Even there is slogan tell that Jombang the center of Islamic dormitory school in Java, because almost all the founders (particularly from Nahdlatul Ulama’ tradition) of Islamic dormitory schools in Java definitley used to got study in Jombang. Among most popular Islamic dormitory schools are Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, and Darul Ulum (Rejoso).
Many popular figures was born in Jombang, among others are the former President of Indonesia KH Abdurrahman Wahid, national hero KH Hasyim Asy’ari and KH Wahid Hasyim, as well as Islamic intellectual figure DR. Nurcholis Madjid (Cak Nur).
It is said that, the word of “Jombang” is acronym from Java word “ijo” and “abang” (green and red). The green represent the religious group, and the red represent the nasionalist/Java believer. The both groups can live in neighborhood and in Harmony. Even the both elements is drawn in the background color of the logo Jombang regency.
For further information visit Jombang Online
ALHA-RAKA firstly takes its base at Jombang, although the work area is whole East Java. ALHA-RAKA works in city and villages area. In the city area, ALHA-RAKA collaborate to work with the organizers those have profession as small traders, tricycle drivers, etc. Although collaborate to work with those professions, but ALHA-RAKA uses the community as approach. Means, although the organizers have professions as small traders, but the basis is the community where the organizers live. Furthermore, in the village areas, ALHA-RAKA collaborate to work with the village organizers those are facilitating the activities to solve the basic problem together, to build solidarity tie and to struggle justice. Principally, ALHA-RAKA strengthen people organization and advocate the policies (even in village level) in order to be pro-poor.
The sub-districts where ALHA-RAKA works are sub-district Jombang Kota, sub-district Ngoro, sub-district Perak, sub-district Peterongan, sub-district Mojoagung, sub-district Diwek, sub-district Mojowarno, sub-district Tembelang, sub-district Megaluh, sub-district Bareng, sub-district Wonosalam, sub-district Bandarkedungmulyo, and sub-district Ploso.
Together with the community organizations at Jombang amounted for the time being 35 community organizations, including with ICDHRE Jombang (NGO that facilitates to strength people organization in the areas where ALHA-RAKA is not taking), ALHA-RAKA establish alliance forum. The alliance forum is KRJB (Konsorsium Rakyat Jombang/Jombang People Consortium). The alliance organization is used to educate people cadres, develop economic network through co-operative and to advocate generic problems those the members have.
KEDIRI
Kediri regency is situated in the southern of East Java province. Ecologically, Kediri regency area is wedged by two mountains that has contradictory characteristic, namely Kelud mountain in the eastern as a volcano and Wilis mountain in the western as non-volcano. In the midle of Kediri athwart Brantas river that cleave Kediri regency become two parts, West and East Kediri. The cleaving of area is differentiating the characteristic and problem of its population. In the west area, the land is infertile, and the most population is poor, whereas in the east, with the fertil wide farming flat areas, the most population is richer.
Kediri regency landmass are 1.380,05 KM2. It is administratively divided into 4 work area of head of regency assistants, 23 sub-disticts, 343 villages and 1 area as level as village. Kediri generally has an extensive forest, in such a way that the land conflict is very likely occured. The conflict is between Perhutani (forestry state company) and the people (farmers) souronding forest. with the result that many farmers criminalized.
The characteristic of the Kediri’s society hold powerfully on the religion precepts, therefore the policies in the social culture domain always related to the religion. The dominant cultural flow is religion culture. The most population has profession as producers of farming that have not insufficient infrastructure.
For further look at www.kediri.go.id and www.kabkediri.go.id
ALHA-RAKA works at Kediri area, like it works at Jombang is as supporter to strength people organization and to advocate the policies those are not in Kediri’s people side. The community organizers of ALHA-RAKA collaborate to work with the organizers of the communities, both in the city area and in the village area. The community organizers of ALHA-RAKA have duty to facilitate and support the organizers of the communities to be easier to work and they can increase the ideas to solve the basic problems.
ALHA-RAKA works in several sub-districts in Kediri municipality and in Kediri regent. The sub-districts are: sub-district Banyakan, sub-district Mojoroto, sub-district Semen in the western area and; sub-district Puncu, sub-district Kepung, sub-district Pare, sub-district Plosoklaten, sub-district Ngancar in the eastern area.
ALHA-RAKA together with 47 community organization at Kediri and two NGOs (SUAR and LPPM) established alliance organization. The alliance organization is SRKB (Serikat Rakyat Kediri Bedrail/ Sovereignty Kediri People Union). The alliance is functioned as learning organization that carry out advocacy, cadre education, developing the economic network of the members and developing the art group network of the members.
MOJOKERTO
Mojokerto regency, is one regency in East Java province. The capital of the regency is Mojokerto. The regency abut on Lamongan regency and Gresik regency in the north, Sidoarjo regency and Pasuruan regency in the east, Malang regency and Batu city in the south, and Jombang regency in the west.
Trowulan area (as a part of Mojokerto), well known as the center of Ancient Majapahit Kingdom, that is now found out the oddments of the history inheritance of the kingdom.
Mojokerto regency consisting 18 sub-district. The capital of Mojokerto regency will be moved to its one sub-district namely Mojosari city, eastern of the Mojokerto city.
The southernmosts of the regency are the mountain range, and the pass is Welirang mountain (3.156 m) and Anjasmoro mountain (2.277 m).
Many history inheritances of Nusantara take place in the regency. Trowulan is main history tourist direction in the regency, because many temples contained in Trowulan as relics of the Majapahit Kingdom, kings grave of Majapahit, as well as royal audience hall of the kingdom.
ALHA-RAKA works in southern Mojokerto, and in the past it also has worked in Mojokerto city area, in Magersari sub-district exactly. The village in southern Mojokerto where ALHA-RAKA works is in the village of Warugunung sub-district. In the village, the community organizer of ALHA-RAKA, which he is one member of the village, firstly made action plan together with the other members, after they identified various problems. The action is to solve the concrete problem faced by the members, where ALHA-RAKA’s community organizer is as one of part. The action has been done continuously, for the time being, can raise solidarity among them. The solidarity exists in the various group organizations, namely farmers group, youth people group and women group.
ALHA-RAKA is also being a part of alliance of the Sendi-Pacet’s people struggle (neighbour of Warugunung) to reclaim the land that is powered by Perhutani Company. The conflict between Sendi’s people and Perhutani company was occurred since Indonesia reformation era namely about 1998. The struggle is done as fight in rights on land.
ALHA-RAKA also works in Blentreng Gondang, neighbour of Pacet. In this village ALHA-RAKA support local organizer to organize farmers to solve various concrete problem.
Working in Mojokerto is growing rapidly because ALHA-RAKA work that the other does not do.



