SRKB Memperkuat Posisi Kelompok Di Desa
Posted in January 2nd, 2009 by admin | Filed under Berita Kita | Comments (0)
Pengalaman tentang perjuangan kelompok di Dusun Bilo Parang yang sedang membangun desanya ini tidak lepas dari peran kader-kadernya. Mereka akan menjadi bagian dari sejarah desa ini kelak jika pengorganisasian terus berjalan. Salah satu yang menjadi penting dalam gerakan ini adalah posisi SRKB dimana menjadi forum aliansi yang mampu memberi ruang diskusi dan konsultasi antar kelompok dalam menyelesaikan persoalannya.
Selain di Bilo Parang, Lilik juga melakukan penguatan kelompok di Kelompok Pemuda “Opens” Kelurahan Gayam Mojoroto, Kelompok Petani Ngembak Etan Gayam, Kelompok Kesenian Rahmatika Gayam, Koperasi Barokah Gayam, Karang Taruna Damarwulan Gayam, Kelompok Pemuda Podang Emas Desa Manyaran Kecamatan Banyakan, Paguyuban Perempuan Tani “Labet Rukun” Manyaran, dan Koperasi Mitra Anissa Manyaran.
Selain Lilik, ada Moh. Zaini, anggota SRKB yang pada tahun 2007 lalu berhasil mendorong dua kader kelompoknya yakni Sulastri dari Paguyuban Perempuan Dusun Dasun menjadi kepala desa di Desa Joho Kecamatan Semen, dan Mujiran yang semula kader kelompok di Paguyuban Petani Adil Makmur Ringinbagus Manggis menjadi kepala desa di Desa Manggis Kecamatan Puncu. Keberhasilan dua orang ini menjadi pemegang kekuasaan desa memberikan ruang yang cukup besar bagi penggerak, untuk melakukan penguatan kelompok masyarakat menyangkut kebijakan pemerintah desa. Bahkan Zaini tetap menjadi teman diskusi bagi kader yang telah menjabat kepala desa tersebut, dan secara tidak langsung sering dimintai bantuan dalam proses pembuatan aturan-aturan dan rencana pembangunan desa.
Keuntungan lain setelah Sulastri menjabat kepala desa, peluang peran perempuan untuk berkumpul dan terlibat di kegiatan desa terbuka lebar. Ia mendorong kegiatan perempuan ibu-ibu di Dusun Igir-igir bersama kelompok masyarakat (Pokmas) dusun setempat dari tidak ada kegiatan lalu membentuk kelompok pengajian perempuan. Dilibatkannya perempuan yang selama ini tidak ada dalam lembaga-lembaga desa seperti LPMD (lembaga pengembangan masyarakat desa), juga dalam panitia kegiatan desa seperti bersih desa dan gugur gunung.
Secara internal lembaga pemerintahan desa, telah dilakukan pembenahan administrasi dan kedisiplinan perangkat desa. Dibangunnya hubungan yang lebih intensif dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan Dinas Hutbunling (hutan, perkebunan, dan lingkungan). Hasilnya; PAUD (pendidikan anak usia dini) yang dikelola oleh warga pada tahun 2008 telah mendapat SK sebagai pengajar yang mendapatkan tunjangan intensif. Program kejar paket A, semula mereka hanya belajar membaca kemudian dikembangkan untuk mempelajari tata boga berdasarkan kekayaan sumber daya lokal. Melalui Dinas Hutbunling, Desa Joho yang terletak di lereng Gunung Wilis, telah dijadikan proyek percontohan gerakan perempuan menanam pohon.
Adanya inisiatif dari warga untuk menyelesaikan persoalannya langsung didukung oleh pemerintah desa. Seperti halnya pengembangan WC disetiap rumah, atas dukungan dari pemerintah desa, inisiatif ini kemudian dikerjasamakan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kediri. Berdirinya tiga koperasi di Dusun Dasun, Gowokmenco, dan Genengan, serta masih dalam proses pendirian di Igir-igir dan Nongkopait. Perkembangan koperasi-koperasi di tingkat dusun memunculkan inisiatif dari lurah dan anggota PKK untuk membentuk koperasi primer di tingkat desa. Diharapkan dari inisiatif ini koperasi primer akan menjadi program strategis PKK Desa Joho.
Kerja-kerja pengorganisasian yang berhasil dilakukan Zaini di Paguyuban Perempuan Dusun Dasun, dan di Paguyuban Petani Adil Makmur (PPAM) Ringinbagus Manggis, juga akan dikembangkan di kelompok lain dimana penggerak berperan dalam penguatan organisasi. Beberapa kelompok yang sekarang menjadi perhatian Zaini yaitu Kelompok Koperasi Sumber Makmur Dusun Nongkopait Desa Joho, Paguyuban Kesenian Turonggo Mudo Sejati Gowok Menco Desa Joho, Kelompok Warga “Sumber Rejeki” Nongko Pait Desa Joho, Kelompok Pemuda Cadas Bambu Laras Dusun Dasun, Kelompok TPQ Gowok Menco, Kelompok Jaranan Bagus Saputro Ringinbagus, Kelompok Karang Taruna Kelurahan Betet Kota Kediri, dan Kelompok Tani Makmur I Plemahan.
Peran SRKB secara tidak langsung memperkuat posisi kelompok di desa-desa tersebut dimata pemerintah lokal, tokoh masyarakat dalam melakukan lobi di tingkat desa maupun kabupaten. Acara-acara yang diselenggarakan oleh SRKB dari diskusi-diskusi, pelatihan administrasi dan manajemen koperasi, seminar kesehatan maupun ADD, pelatihan kader, dan berbagai kegiatan yang dirancang memberikan keterampilan khusus bagi kader-kader kelompok untuk melakukan pengorganisasian di desanya masing-masing.
Azis Alkaf, juga salah satu anggota SRKB yang mempunyai tanggung jawab pengorganisasian di beberapa wilayah diantaranya adalah Kelompok Pemuda “Padasua” Sumberejo Jambu Kecamatan Kayen Kidul, yang membangun organisasi untuk bersama-sama berupaya memanfaatkan potensi air yang melimpah di desanya untuk mengembangkan usaha pembibitan lele.
Kelompok yang beranggotakan para pemuda ini sudah sejak tahun 2004 melakukan usaha bersama, dimana antar anggotanya saling menguatkan. Mereka bersama-sama membangun kolam pembibitan dan secara bergantian membantu anggota yang lain dalam hal permodalan hingga peminjaman induk untuk pembenihan. Pada tahun 2008, secara mandiri anggota Padasua telah berhasil mengelola usahanya masing-masing dengan akses pasar yang telah dikuasai bersama. Dorongan dari pihak luar sudah tidak dibutuhkan lagi karena kelompok ini telah berhasil menguatkan anggota kelompoknya dan telah memiliki manajemen yang baik untuk pengembangan usaha.
Dari Kelompok Padasua Jambu, Azis Alkaf juga sedang melakukan penguatan Kelompok Warga Panggungsari Kecamatan Kepung, yang memiliki masalah kerusakan hutan Besowo karena ulah penebangan liar oleh oknum pemerintah dan masyarakat yang tidak bertanggungjawab sehingga berdampak pada terjadinya kekeringan di musim kemarau dan bencana banjir serta longsor yang memporak-porandakan lahan pertanian warga. Beberapa masalah juga dialami warga diantaranya, masalah ekonomi dan sarana pendidikan, dimana beberapa tahun terakhir gedung Sekolah Dasar yang ada di Dusun Panggungsari yang dulu dibangun warga secara swadaya sudah rusak, dan sekarang sedang diupayakan perbaikannya dari bantuan pemerintah.
Penguatan kelompok juga dilakukan Azis di Forum warga Desa Pakis Kecamatan Kunjang yang mempunyai keinginan untuk membangun Koperasi di kelompok ibu-ibu PKK. Dan juga di Kelompok Tani Ikan “Mina Abadi” Kedungcangkring, PKL Patiunus Kota Kediri, Kelompok pemuda Forum Sumberpancur Bangkit “FSPB” Desa Sumberpancur Kecamatan Kepung, dan Kelompok Kesenian Banthengan Sumberpancur.
Dalam upaya menguatkan kelompok, organisasi aliansi SRKB, harus mendukung perjuangan kader-kader di desa karena dari beberapa persoalan yang mereka hadapi, tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh kelompok lain yang tergabung dalam SRKB. Diantaranya adalah masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Untuk itu salah satu kelompok kerja SRKB Bidang Usaha Ekonomi mempunyai peran membangun dan mengembangkan jaringan usaha ekonomi yang tergabung dalam SRKB, dan menginisiasi terbentuknya koperasi induk di SRKB.
Persoalan air di Dusun Bilo juga menjadi penting dan perlu penanganan serius terkait penguasaan sumber daya alam berupa air di wilayah tersebut yang masih dikuasai PDAM, yang dalam hal ini adalah pemodal yang dilegitimasi pemerintah kabupaten Kediri. Kasus air yang terjadi di Bilo hampir sama dengan kasus yang ada di Desa Tiron Kecamatan Banyakan. Posisi Bilo-Parang dan Tiron terletak di KPH yang sama, sehingga pengorganisasian bisa disambungkan pada isu yang sama. Kejadian banjir yang menghantam Dusun Bilo dan kebiasaan masyarakat menebang pohon tanpa perencanaan akan memperparah terjadinya longsor. Isu lingkungan dan sumber daya air merupakan salah satu isu yang terjadi juga di desa-desa lain dalam kawasan lereng Gunung Wilis, termasuk Desa Joho Kecamatan Semen, dan juga di wilayah hutan Besowo. Sehingga para penggerak berinisiatif, bagaimana pengorganisasian di Dusun Bilo bisa dihubungkan dengan pengorganisasian di desa-desa lain yang menjadi anggota SRKB, khususnya di Kecamatan Banyakan seperti; Desa Manyaran, Dusun Babadan-Kaligayam Desa Tiron, Dusun Bilo Desa Parang, dan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri terutama di lingkungan Ngembak Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bujel, serta Kecamatan Semen dalam satu isu yakni, merebut sumber daya air. (Rini Mustofa)



