Organisasi

Setelah Rapat Umum Anggota (RUA) tanggal 19 Mei 2007, Perkumpulan ALHA-RAKA menggunakan struktur organisasi yang semula memang untuk menjawab kebutuhan program. Karena itu struktur disesuaikan dengan kebutuhan program. Perkumpulan alha-raka sampai saat ini beranggotakan 22 orang, dan struktur organisasi-nya terdiri dari pengawas 5 orang dan 3 orang pengurus.

Dewan Pengurus
Dewan pengurus dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh Rapat Umum Anggota (RUA) dan dapat dipilih kembali satu kali. Bertugas melaksanakan keputusan-keputusan RUA;  membuat perencanaan, melaksanakan dan melaporkan program perkumpulan; serta membuat sistem yang digunakan dalam pelaksanaan program. Wewenang pengurus antara lain: menyusun struktur desain organisasi program.
Dalam periode ini pengurus terdiri dari tiga orang: Mus-lim Abdilla sebagai ketua; Munasir Huda sebagai sekretaris dan; Muklis Irawan sebagai bendahara

Dewan Pengawas
Dewan pengawas dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh Rapat Umum Anggota (RUA) dan dapat dipilih kembali untuk masa jabatan satu kali. Dewan pengawas bertugas melakukan pengawasan terahdap keputusan-keputusan RUA dan pelaksanaan program dan mempertanggungjawabkan pada RUA, dan berwenang meminta penjelasan mengenai pelaksanaan program, pengelolaan keuangan, pengaturan sistem dan personalia perkumpulan/perserikatan serta memberhentikan sementara anggota pengurus.

Anggota

 

  1. Abdul Azis
  2. Abdul Muhaimin
  3. Ayi Bunyamin
  4. Diana Kholidah
  5. Dyah Pujowati
  6. Edy Musyadad
  7. Erna Winarsih
  8. Gunawan Yuliagung, M.Th
  9. H. Isrofil Amar, DR.
  10. Ida Farida Santi
  11. Johnson Pandjaitan, SH
  12. Lilik Nurhayati
  13. Muhamad Zaini
  14. Muhammad Saad S.
  15. M. Muklis Irawan
  16. Munasir Huda
  17. Muslimin Abdilla
  18. Rini Mustofa
  19. Saiful Anam
  20. Sulthon Sulaiman
  21. Zainul Abidin
  22. Zaki Fitri Widodo
  23. Catur Budi Setyo (diusulkan)
  24. Muhammad Djali (diusulkan)
  25. Nuralim (diusulkan)
  26. Suwito (diusulkan)
  27. Sulastri (diusulkan)
  28. Su’udi Anis (diusulkan)
  29. Nuralim (diusulkan)
ORGANISASI PROGRAM

Direktur
Karena ketua pengurus diberi mandat melaksanakan program, maka direktur program langsung dijabat rangkap oleh ketua pengurus: Mus-limin Abdilla. Jadi ketua pengurus dalam organisasi ini juga sebagai direktur program, yang memiliki wewenang sesuai dengan wewenang dalam penngurus

Divisi Program
Jabatan koordinator divisi program/instistusi di jabat rangkap oleh Munasir Huda, yang di struktur pengurus menjadi sekretaris organisasi. Koordinator divisi ini melakukan koordinasi program pada setiap wilayah kerja.

Divisi Pengembangan Sumberdaya dan Manajemen
Sedangkan jabatan koordinator pengembangan sumberdaya dijabat rangkap oleh Muklis Irawan, yang distruktur pengurus menjadi bendahara organisasi. Kerja yang dilakukan adalah melakukan koordinasi kepada semua staf system supporting (keuangan, administrasi dan Indok)

Koordinator wilayah
Koordinator wilayah di jabat oleh satu orang disetiap wilayah kerja (Jombang, Kediri, Mojokerto dan Madiun) yang dipilih oleh staf yang ada di setiap wilayah kerja secara bergantian. Jabatan Koordinator wilayah ini bukan jabatan structural tetapi jabatan fungsional yang memiliki wewenang menjalankan koordinasi di setiap wilayah kerja.

———————————————————————–

After general assembly dated Mei 19, 2007, ALHA-RAKA Association uses organizational structure, which is used to response program needs. Therefore we carve out to make its organizational structure to fulfill the program need. ALHA-RAKA association has 22 members and the structure of its organization is consisting 5 persons in supervisory board and 3 persons in executive board.

Executive Board
The executive board is elected for five years by general assembly and they can be elected once more. The executive board has duty to implement general assembly policies; formulate the program planning, implement and report organization program; as well as formulate a systems that are used to implement program. The authorities of the executive board are: formulate structure and design of program organization, recruit and dismiss program staff, decide policies and, SOP.
For the time being the executive board is consisting: Mus-limin Abdilla as the head; Munasir Huda as the secretary and ; Muklis Irawan as the treasure.

Supervisory Board
The supervisory board is elected for five years by general assembly and they can be elected once more. The supervisory board has duty to supervise the general assembly policies and program implementation as well as hold responsible to general assembly. The supervisory board has authority to ask explanation about program implementation, financial management, organization system and personal as well as temporary dismiss executive member.

Members

 

  1. Abdul Azis
  2. Abdul Muhaimin
  3. Ayi Bunyamin
  4. Diana Kholidah
  5. Dyah Pujowati
  6. Edy Musyadad
  7. Erna Winarsih
  8. Gunawan Yuliagung, M.Th
  9. H. Isrofil Amar, DR.
  10. Ida Farida Santi
  11. Johnson Pandjaitan, SH
  12. Lilik Nurhayati
  13. Muhamad Zaini
  14. Muhammad Saad S.
  15. M. Muklis Irawan
  16. Munasir Huda
  17. Muslimin Abdilla
  18. Rini Mustofa
  19. Saiful Anam
  20. Sulthon Sulaiman
  21. Zainul Abidin
  22. Zaki Fitri Widodo
  23. Catur Budi Setyo (recommended)
  24. Nuralim (recommended)
  25. Muhammad Djali (recommended)
  26. Suwito (recommended)
  27. Sulastri (recommended)
  28. Su’udi Anis (recommended)
  29. Nuralim (recommended)

 

PROGRAM STRUCTURE 

Director
The program director is occupied by Mus-lim Abdilla, because the head of the executive is given mandate to implement program. So, the head of the executive board of the organization occupy program director that has authorities as the authorities of the executive board.

Divisions
In the program organization we have two divisions:

  1. Program division: the coordinator of this division is occupied by Munasir Huda. The division coordinator has duty to coordinate the program in all work areas: activities planning and monitoring.
  2. Administration and general division: the coordinator of this division is occupied by Muklis Irawan. The division coordinator has duty to coordinate all supporting for the program.

Area Coordinator

The area co-ordinator is occupied by a person in respective work area (Jombang, Kediri, Mojokerto dan Madiun) that is elected by and from the staffs. This occupation is not structural but functional (ad hoc). This co-ordinator has duty to co-ordinate the activity and person that work in one work area.

Comments are closed.